About

I'm sorry if you can't find what are you search and you need on my blog.

Sabtu, 21 Juli 2012

Sang Badut di Balik Topengnya

 
Dahulu ada sebuah kisah. Suatu ketika ada seorang psikiater yang telah tersohor namanya di seluruh negri kedatangan seorang pasien yang sedang mengalami depresi akut. Setelah obrolan sekian lama di antara mereka berdua, sang dokter psikiater menganjurkan sang pasien untuk lebih banyak tertawa dalam hidup ini. Untuk membuat sang pasien melakukan nasihatnya, psikiater tersebut menyuruh sang pasien untuk mengunjungi sebuah sirkus yang sedang melakukan pertunjukan di kota tersebut. Sang psikiater sangat merekomendasikan sang pasien untuk menonton pertunjukan badut yang sangat lucu di sirkus tersebut. Pertunjukan “Pagliuca, Sang Badut” memang sangat terkenal akan kelucuannya. Semua orang yang menonton tak pernah pulang tanpa senyum lebar dan tawa keras setiap kali mereka mengingat pertunjukan Badut Pagliuca. Tetapi apa yang terjadi, setelah si pasien mendengar anjuran dokter untuk menonton sirkus tersebut, wajahnya justru bertambah muram durja. Dengan nada terkejut, si psikiater bertanya pada si pasien, "Mengapa wajahmu bertambah muram, sobat?" Dengan wajah yang penuh keputusasaan dan depresi si pasien menjawab, "Dokter, sayalah "Pagliuca, Si Badut" yang paling lucu sedunia !!", teriak histeris sang pasien menyahut.

Makna apa yang bisa kita ambil dari kisah diatas ? Pribadi kita sejatinya bukanlah sebuah "topeng badut" yang dipakai. Semua hal mau itu adalah sebuah kesuksesan atau kegagalan, ketenaran atau ketertinggalan, prestasi atau keterpurukan, kekayaan atau kemiskinan, kesenangan atau kesusahan, pujian ataupun caci maki semuanya itu hanyalah sebuah "topeng Sang Badut", tapi identitas sesungguhnya adalah siapa kita yang sebenarnya dibalik "topeng" tersebut.

P.S : Maaf jika terkesan menggurui


Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Ads

Banner